Minggu, 03 April 2011

Waspada Imbas Bencana

 
Ekspor nonmigas Indonesia naik 31,7 persen menjadi USD11,8 miliar dibandingkan ekspor bulan yang sama di tahun 2010 (year on year/YoY). Namun, ekspor tersebut turun 1,2 persen bila dibandingkan bulan lalu, Januari 2011.
 

Kemajuan Ilmu Pengetahuan



Negara jepang pada mulanya menganggap bahwa bangsa mereka telah maju. Kekayaan dan kesuburan alamnya menjadi tumpuan utama kemakmuran rakyatnya. Seperti kita ketahui bahwa negara jepang yang feodal pada mulanya adalah negara tertutup. Namun setelah mengetahui bangsa eropa telah maju, mereka merasa masih tertinggal dibanding Negara-negara eropa itu.

Sabtu, 02 April 2011

Saham Terkena Dampak Bencana


Pasca-bencana gempa dan tsunami Jepang dua pekan lalu tidak hanya memengaruhi kehidupan sehari-hari penduduk Jepang, namun juga sektor bisnis. Gempa kali ini diperkirakan akan memengaruhi sektor manufaktur Jepang. Sebab, beberapa perusahaan otomotif dan elektronik Jepang menutup pabriknya akibat bencana tersebut.

Nuklir Bom Atom dan Pembangkit Listrik


Gempa berkekuatan 9 skala Richter dan Tsunami yang mengguncang negeri matahari terbit pada Jumat (11/03/2011) lalu, membuat Jepang menjadi luluh lantak. Bencana alam yang datang tiba-tiba itu tidak berhenti begitu saja. Muncul ancaman menakutkan berikutnya, yakni radiasi nuklir, seperti yang pernah terjadi pada 1945 lalu.

Jumat, 01 April 2011

Tempe di Patenkan????

 
(29/03/10) Selain Reog, tari kecak dan beberapa busaya Indonesia yang diklaim milik negara tetangga yang suka menjarah kebudayaan, kini saya jadi teringat tentang hak paten sebuah produk makanan yang merupakan produkasli indonesia bahkan sangat khas dengan makanan Jawa yaitu Tempe. Masih ingatkah Anda tentang isu yang santer terdengar bahwa hak paten Tempe dipegang oleh negara Jepang? Semua orang pasti merasa kaget saat mendengar tentang isu tersebut dan saya yakin itu termasuk Anda.
 

Konferensi Pers ITB


Gempa bumi 9 skala Richter (SR) di Jepang dua hari lalu memicu ledakan reaktor nuklir di Fukushima. Menanggapi hal ini, ITB menggelar konferensi pers tentang reaktor nuklir Jepang pada Selasa (15/03/11) di Ruang Rapim B, Gedung CCAR ITB. Pakar kebumian dan nuklir ITB Prof. Dr. Zaki Su'ud dari Kelompok Keahlian Nuklir dan Biofisika, serta Dr. Irwan Meilano dari Kelompok Keahlian Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, hadir sebagai pembicara. Pada konferensi pers, narasumber menjelaskan mengenai mekanisme gempa dan ledakan reaktor nulir yang terjadi di Jepang.